Roger, dkk, 1992 dalam Miftahul Huda (2013:29) menyatakan pembelajaran kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa, pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial di antara kelompok-kelompok pembelajar yang didalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri, dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran bagi anggota-anggota yang lain.
Pembelajaran kooperatif menurut Akhmad Sudrajat (2011:76) merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda.
Menurut Agus Suprijono (2010:54) pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru.
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa pembelajaran kooperatif bergantung pada efektifitas kelompok-kelompok siswa tersebut. Dalam pembelajaran ini, guru diharapkan mampu membentuk kelompok-kelompok kooperatif dengan berhati-hati agar semua anggotanya dapat bekerja sama untuk memaksimalkan pembelajarannya sendiri dan pembelajaran teman-teman satu kelompoknya.
Singkatnya, pembelajaran kooperatif mengacu pada model pembelajaran dimana siswa dalam kelompok kecil akan saling membantu dalam belajar. Pembelajaran kooperatif umumnya melibatkan kelompok yang terdiri dari empat siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda.
Pembelajaran kooperatif biasanya menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil, kemudian diuji secara individual. Sebelumnya, kelompok-kelompok siswa diberi penjelasan/pelatihan tentang bagaimana menjadi pendengar yang baik, bagaimana memberi penjelasan yang baik, bagaimana mengajukan pertanyaan dengan baik, dan bagaimana saling membantu dan menghargai satu sama lain dengan cara-cara yang baik pula.
Konsekuensi positif dari pembelajaran ini adalah siswa diberi kebebasan untuk terlibat secara aktif dalam kelompok mereka. Dalam lingkungan pembelajaran kooperatif, siswa harus menjadi partisipan aktif dan melalui kelompoknya dapat membangun komunitas pembelajaran yang saling membantu antarsatu sama lain.
Model pembelajaran kooperatif dapat diadaptasikan pada sebagian besar mata pelajaran. Beberapa model pembelajaran kooperatif yang dapat diaplikasikan oleh pengajar antara lain : Student Teams-Achievement Divisions (STAD) atau pembagian pencapaian tim siswa, Team-Games-Tournament (TGT) atau turnamen game tim, Jigsaw II (Teka-teki II), Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) atau mengarang dan membaca terintegrasi yang kooperatif, Team Accelerated Instruction (TAI) atau percepatan pengajaran tim. Kelima model pembelajaran kooperatif melibatkan penghargaan tim, tanggung jawab individual, dan kesempatan sukses yang sama, tetapi dengan yang berbeda (Robert E. Slavin, 2005:11)
0 Komentar untuk "Model Pembelajaran Kooperatif"
Berkomentarlah dengan baik dan sopan, saya akan berusaha untuk menjawab setiap pertanyaan dan menanggapi setiap komentar yang anda berikan, :)
Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya :)