Translate

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD)

Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Slavin (1986). Model ini juga disebut sebagai pembelajaran peningkatan prestasi tim, nama aslinya adalah Student Teams- Achievment Divisions yang lebih populer dalam singkatan yaitu STAD (Nana Syaodih Sukmadinata dan Erlina Syaodih, 2012:147).

Dalam STAD, para peserta didik dibagi dalam tim belajar yang terdiri dari empat orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu peserta didik bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran. Selanjutnya, semua peserta didik mengerjakan kuis mengenai materi secara sendiri-sendiri, dimana saat itu mereka tidak diperbolehkan untuk saling bantu ( Trianto, 2009 : 68-69).

Skor kuis para peserta didik dibandingkan dengan rata-rata pencapaian mereka sebelumnya, dan kepada masing-masing tim akan diberikan poin berdasarkan tingkat kemajuan yang diraih peserta didik dibandingkan hasil yang mereka capai sebelumnya. Poin ini kemudian dijumlahkan untuk memperoleh skor tim, dan tim yang berhasil memenuhi kriteria tertentu akan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan. termasuk presentasi yang disampaikan oleh guru, praktik tim, dan kuis biasanya memerlukan waktu 3-5 periode kelas.

STAD telah digunakan dalam berbagai mata pelajaran yang ada, mulai dari matematika, bahasa, seni, sampai dengan ilmu sosial dan ilmu pengetahuan ilmiah lain, dan telah digunakan mulai dari peserta didik kelas dua sampai perguruan tinggi. Model ini paling sesuai untuk mengajarkan bidang studi yang sudah terdefinisikan dengan jelas, seperti matematika, berhitung, dan studi terapan, penggunaan dan mekanika bahasa, geografi dan kemampuan peta, dan konsep-konsep ilmu pengetahuan ilmiah.

Gagasan utama dari STAD adalah untuk memotivasi peserta didik supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diajarkan oleh guru. Jika para peserta didik ingin agar timnya mendapatkan penghargaan tim, mereka harus membantu teman satu timnya untuk mempelajari materinya. Mereka harus mendukung teman satu timnya untuk bisa melakukan yang terbaik, menunjukkan norma bahwa belajar itu penting, berharga, dan menyenangkan. Para peserta didik bekerja sama setelah guru menyampaikan materi pelajaran. Mereka boleh bekerja berpasangan dan membandingkan jawaban masing-masing, mendiskusikan setiap ketidaksesuaian, dan saling membantu sama lain jika ada yang salah dalam memahami. Mereka boleh mendiskusikannya dari pendekatan penyelesaian masalah, atau mereka juga boleh saling memberikan kuis mengenai objek yang sedang mereka pelajari. Mereka bekerja dengan teman satu timnya, menilai kekuatan dan kelemahan mereka untuk membantu mereka berhasil dalam kuis.

Meski para peserta didik belajar bersama, mereka tidak boleh saling bantu dalam mengerjakan kuis. Tiap peserta didik harus tahu materinya. Tanggung jawab individual seperti ini memotivasi peserta didik untuk memberi penjelasan dengan baik satu sama lain, karena satu-satunya cara bagi tim untuk berhasil adalah dengan membuat semua anggota tim menguasai informasi atau kemampuan yang diajarkan. Karena skor tim didasarkan pada kemajuan yang dibuat anggotanya dibandingkan hasil yang dicapai sebelumnya (kesempatan sukses yang sama), semua peserta didik punya kesempatan untuk menjadi “bintang” tim dalam minggu tersebut, baik memperoleh skor yang lebih tinggi dari rekor mereka yang sebelumnya maupun dengan membuat jawaban kuis yang sempurna, yang selalu akan memberikan skor maksimum tanpa menghiraukan rata-rata skor terakhir peserta didik (Robert E.Slavin, 2010:11-13). STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu :

a.      Presentasi kelas

Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga memasukkan presentasi audiovisual. Bedanya presentasi kelas dengan pengajaran biasa hanyalah bahwa presentasi tersebut haruslah benar-benar berfokus pada unit STAD.

b.      Tim

Tim terdiri dari empat atau lima peserta didik yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras, dan etnisitas. Tim adalah fitur paling penting dalam STAD. Pada setiap poinnya, yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk tim, dan tim pun harus melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya.

Setelah empat atau lima minggu melakukan STAD atau pada akhir tiap periode yang telah ditentukan, menempatkan kembali para siswa ke dalam tim yang baru. Ini memberikan kesempatan baru kepada siswa yang mempunyai skor tim rendah, membiarkan para siswa bekerja dengan teman sekelasnya yang lain, dan menjaga agar programnya tetap segar.

c.       Kuis

Setelah sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan sekitar satu atau dua periode periode praktik tim, para peserta didik akan mengerjakan kuis individual. Para peserta didik tidak boleh saling bantu sehingga mereka bertanggung jawab secara individual untuk memahami materinya.

 

 

d.      Skor Kemajuan Individual

Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada tiap peserta didik tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang kebih baik daripada sebelumnya. Tiap peserta didik diberikan skor “awal” yang diperoleh dari rata-rata kinerja peserta didik sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama. Peserta didik selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis mereka dibandingkan dengan skor awal mereka (Robert E.Slavin, 2010:146).

Skor awal mewakili skor rata-rata siswa pada kuis-kuis sebelumnya. Apabila memulai STAD setelah memberikan tiga kali atau lebih kuis, menggunakan rata-rata skor kuis siswa sebagai skor awal. Atau jika tidak, menggunakan hasil nilai terakhir siswa dari tahun lalu. (Robert E.Slavin, 2010:151). Adapun poin kemajuan individual tersebut tersaji pada Tabel 2 berikut ini.

Tabel 4. Poin Kemajuan Individual

Skor Kuis

Poin Kemajuan

Lebih dari 10 poin dibawah skor awal

5

10-1 poin dibawah skor awal

10

Skor awal sampai 10 poin diatas skor awal

20

Lebih dari 10 poin diatas skor awal

30

Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal)

30

     (Robert E.Slavin, 2010:159)

 

 

e.       Rekognisi Tim

Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim peserta didik dapat digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka. Adapun skor tim tersebut tersaji pada Tabel 3.

Tabel 5. Skor Tim

 

Kriteria (Rata-rata Tim)

Penghargaan

15

Tim Baik

16

Tim Sangat Baik

17

Tim Super

     (Robert E.Slavin, 2010:160).

Related Post:

0 Komentar untuk "Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD)"

Berkomentarlah dengan baik dan sopan, saya akan berusaha untuk menjawab setiap pertanyaan dan menanggapi setiap komentar yang anda berikan, :)

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya :)

Back To Top