Translate

Alat Pelindung Diri


Walaupun dalam suatu sistim pekerjaan beberapa alat pengaman secara mekanis dan elektrik telah dipasang, seperti katup pelepas tekanan, lampu-lampu pengaman, detektor asap, dsb., tetapi setiap pekerja masih diwajibkan memakai alat pengaman diri (APD). Karena pada hakekatnya APD dapat digunakan sebagai sistim pengaman terakhir untuk pekerja. Alat Pelindung Diri (APD) di tempat kerja harus dilihat dalam konteks sebagai pengaman pekerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, oleh sebab itu perlunya dibahas mengenai alat pelindung diri di laboratorium demi menunjang terciptanya kenyamanan para pengguna laboratorium dalam melakukan praktikum.

  1. Pengertian
Alat Pelindung Diri (APD) merupakan peralatan pelindung yang digunakan oleh seorang pekerja untuk melindungi dirinya dari kontaminasi lingkungan. APD dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Personal Protective Equipment (PPE). Dengan melihat kata “personal” pada kata PPE terebut, maka setiap peralatan yang dikenakan harus mampu memperoteksi si pemakainya.
Secara sederhana yang dimaksud dengan Alat Pelindung Diri (APD) adalah “seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja”. APD tidaklah secara sempurna dapat melindungi tubuhnya, tetapi akan dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkin terjadi. Pengendalian ini sebaiknya tetap dipadukan dan sebagai pelengkap pengendalian teknis maupun pengendalian administratif.

Selain pengertian dari Alat Pelindung Diri adapula langkah-langkah yang penting diperhatikan sebelum menentukan APD yang akan digunakan, adalah :
1. Inventarisasi potensi bahaya yang dapat terjadi.
Langkah ini sebagai langkah awal agar APD yang digunakan sesuai kebutuhan
2. menentukan jumlah APD yang akan disediakan.
Jumlah tenaga kerja yang terpapar langsung menjadi prioritas utama. Dalam menentukan jumlah bergantung pula pada jenis APD yang digunakan sendiri-sendiri (pribadi) atau APD yang dapat dipakai secara bergantian.
3. memilih kualitas / mutu dari APD yang akan digunakan.
Penentuan mutu akan menentukan tingkat keparahan kecelakaan / penyakit akibat kerja yang dapat terjadi. Penentuan mutu suatu APD dapat dilakukan melalui proses pengujian di laboratorium.
Alat pelindung diri yang telah dipilih hendaknya memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
Dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya
Berbobot ringan
Dapat dipakai secara fleksibel (tidak membedakan jenis kelamin)
Tidak menimbulkan bahaya tambahan
Tidak mudah rusak
Memenuhi ketentuan dari standar yang ada
Pemeliharaan mudah
Penggantian suku cadang mudah
Tidak membatasi gerak
Rasa “tidak nyaman” tidak berlebihan (rasa tidak nyaman tidak mungkin hilang sama sekali, namun diharapkan masih dalam batas toleransi)
Bentuknya cukup menarik

  1. Fungsi
Fungsi alat Pelindung Diri yaitu untuk mengisolasi tubuh pekerja terhadap keterpaan bahan kimia berbahaya. Pemekaian alat pelindug diri merupakan cara pengendalian setelah mengisolasi emisi polutan telah maksimum atau gagal.

  1. Alat Pelndung diri yang biasanya dipakai

Proteksi Badan
Proteksi Mata
Proteksi Wajah
Proteksi Tangan
Proteksi Kaki
Respirator

Pemberi kerja bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bahaya pada pekerjaan yang akan ditangani, serta menentukan jenis APD yang sesuai untuk mengurangi atau menghilangkan risiko kecelakaan pekerja. Dalam melakukan identifikasi dan evaluasi bahaya yang ada, hendaknya dilakukan oleh bagian keselamatan dengan bagian operasi secara bersama. Sehingga setiap kemungkinan bahaya ditinjau dari sisi kejadian yang ada sehari hari serta dari sisi petinjuk petunjuk keselamatan kerja yang lazim. Segala bahaya fisik, biologis serta kimiawi harus tercakup dalam evaluasi ini. Setelah bahaya di-identifikasi dan di-evaluasi, selanjutnya dipilih jenis alat pelindung diri yang tepat untuk melindungi diri pekerja dari bahaya tersebut.

Berikut ini akan diuraikan lebih lanjut tenteng alat pelindung diri yang umumnya digunakan di laboratorium

·         Proteksi Badan
Proteksi badan berfungsi sebagai pelindung tubuhatau pakaian dari kontak dengan bahan kimia atau panas. Proteksi badan yang dikenakan selama bekerja di laboratorium, yang dikenal dengan sebutan jas laboratorium ini, merupakan suatu perlengkapan yang wajib dikenakan sebelum memasuki laboratorium. Jas laboratorium yang kerap sekali dikenal oleh masyarakat pengguna bahan kimia ini terbuat dari katun dan bahan sintetik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan jas laboratorium antara lain.,kancing jas laboratorium tidak boleh dikenakan dalam kondisi tidak terpasang dan ukuran dari jas laboratorium pas dengan ukuran badan pemakainya. Jas laboratorium merupakan pelindung badan Anda dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. Jika jas laboratorium Anda terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia, lepaslah jas tersebut secepatnya.
http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu1.png?w=640http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu2.png?w=640http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu3.png?w=640
http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu4.png?w=640kancing

http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu5.png?w=640ukuran jas
http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu6.png?w=640    
Gbr Jas Lab dan dua bagian yang perlu diperhatikan.

Selain jas laboratorium, perlindungan badan lainnya adalah Apron dan Jumpsuits. Apron sering kali digunakan untuk memproteksi diri dari cairan yang bersifat korosif dan mengiritasi. Perlengkapan yang berbentuk seperti celemek ini biasanya terbuat dari karet atau plastik.Untuk apron yang terbuat dari plastik, perlu digarisbawahi, bahwa tidak dikenakan pada area larutan yang mudah terbakar dan bahan-bahan kimia yang dapat terbakar yang dipicu oleh elektrik statis, karena apron jenis ini dapat mengakumulasi loncatan listrik statis.
Jumpsuits atau dikenal dengan sebutan baju parasut ini direkomendasikan untuk dipakai pada kondisi beresiko tinggi (mis., ketika menangani bahan kimia yang bersifat karsinogenik dalam jumlah yang sangat banyak). Baju parasut ini terbuat dari material yang dapat didaur ulang.
Bahan dari peralatan perlindungan badan ini haruslah mampu memberi perlindungan kepada pekerja laboratorium dari percikan bahan kimia, panas, dingin, uap lembab, dan radiasi.

·         Proteksi Mata
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoWEiiQ4_HCxNE_KYu6ocyYT8l1MlKXyXi5IubNkky6nVncCSrjiAjZuwzePyjGlwHZyC6OZt66d8TJJsYAJLlPdJjuu8ctBg4m4yhRKj1DATatN4v_buze46T15bJUIQKbKRxc9gxykif/s200/goggle.jpgProteksi mata dan wajah merupakan persyaratan yang mutlak yang harus dikenakan oleh pemakai dikala bekerja dengan bahan kimia. Hal ini dimaksud untuk melindungi mata dan wajah dari kecelakaan sebagai akibat dari tumpahan bahan kimia, uap kimia, dan radiasi. Secara umum perlindungan mata terdiri dari :
• Kacamata pelindung
• Goggle
• Pelindung wajah
• Pelindung mata special (goggle yang menyatu dengan masker khusus untuk melindungi mata dan wajah dari radiasi dan bahaya laser). Perlindungan dengan goggles lebih aman daripada kaca mata karena goggles lebih kuat terikat dan lebih banyak bagian muka yang terlindung daripada kacamata. Tetapi kacamata lebih enak dipakai daripada goggles. Oleh karena itu dibanyak laboratorium, pemakaian kacamata diwajibkan bagi para pekerjaatau mahasiswa sebagai persyaratan minimal pelindung mata. Goggles dipakai untuk percobaan yang mungkin amat berbahaya bagi mata. Lensa pada kacamata atau goggles terbuat dari plastic atau kaca yang anti pecah.

·         Proteksi Wajah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPLAKG0Ezx8-Wz59yxY_QozRoKFUrwqd1PF1so8c8xHFB4un8j7Wrd-SKlwjkPOCtVHlWSwli4f29PTo12rfjDiaKPgrjV_iR4jOfYa3bEj7V4L1t5mZJqJxTNA84GQIda60kyQlyyGTZw/s200/Masker.jpgProteksi wajah dipakai untuk melindungi muka secara sempurna termasuk mata. Alat tersebut tahan terhadap benturan mekanik atau bhan kimia. Amat baik dipakai pada waktu menangani asam, basa dan terutama bahan-bahan atau percobaan yang eksplosif.

http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu7.png?w=640



    
·         Proteksi Tangan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY4T5EEPdjFjk5f3QVkHzGLdV6AGylaP_hcAtO6qZqzQVbBUXva_GJa28A3nz2odQRVWUeGwv_5C8WeV6pC0xyGbbCXfWG5WVkupK17ZRqwG-yX1LLju5w4ixTykI8K7H1AsYjnrWkARSc/s200/Sarung+tangan.jpgKontak pada kulit tangan merupakan permasalahan yang sangat penting apabila Anda terpapar bahan kimia yang korosif dan beracun. Sarung tangan menjadi solusi bagi Anda. Tidak hanya melindungi tangan terhadap karakteristik bahaya bahan kimia tersebut, sarung tangan juga dapat memberi perlindungan dari peralatan gelas yang pecan atau rusak, permukaan benda yang kasar atau tajam, dan material yang panas atau dingin.




Bahan kimia dapat dengan cepat merusak sarung tangan yang Anda pakai jika tidak dipilih bahannya dengan benar berdasarkan bahan kimia yang ditangani. Selain itu, kriteria yang lain adalah berdasarkan pada ketebalan dan rata-rata daya tembus atau terobos bahan kimia ke kulit tangan. Sarung tangan harus secara periodik diganti berdasarkan frekuensi pemakaian dan permeabilitas bahan kimia yang ditangani. Jenis sarung tangan yang sering dipakai di laboratorium, diantaranya, terbuat dari bahan karet, kulit dan pengisolasi (asbestos) untuk temperatur tinggi. Jenis karet yang digunakan pada sarung tangan, diantaranya adalah karet butil atau alam, neoprene, nitril, dan PVC (Polivinil klorida). Semua jenis sarung tangan tersebut dipilih berdasarkan bahan kimia yang akan ditangani. Sebagai contoh, sarung tangan yang terbuat dari karet alam baik apabila Anda bekerja dengan Ammonium hidroxida, tetapi tidak baik bila bekerja dengan Dietil eter.

·         Proteksi Kaki
http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/safety_boots.jpg?w=70http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/safety_shoes_series.jpg?w=70

    
Proteksi kaki untuk melindungi kaki kemungkinan tumpahan bahan kimia korosif/beracun, sepatu biasa yang tidak licin dan bertumit rendah dapat dipakai. Pemakaian sandal atau sepatu yang terbuka perlu dihindarkan.

·         Respirator
Kontaminasi bahan kimia yang paling sering masuk ke dalam tubuh manusia adalah lewat pernafasan. Banyak sekali partikel-partikel udara, debu, uap dan gas yang dapat membahayakan pernafasan. Laboratorium merupakan salah satu tempat kerja dengan bahan kimia yang memberikan efek kontaminasi tersebut. Oleh karena itu, para pekerjanya harus memakai perlindungan pernafasan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan masker, yang sesuai. Pemilihan masker yang sesuai didasarkan pada jenis kontaminasi, kosentrasi, dan batas paparan. . Alat Pelindung Pernafasan
Berguna untuk melindungi pernafasan terhadap gas, uap, debu, atau udara yang terkontaminasi di tempat kerja yang dapat bersifat racun, korosi ataupun rangsangan.
Masker untuk melindungi debu / partikel-partikel yang lebih besar yang masuk kedalam pernafasan, dapat terbuat dari kain dengan ukuran pori-pori tertentu. Bergantung pada jenis dan kadar pencemar, ada beberapa jenis respirator, yaitu :

  • http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/dust_mask.jpg?w=70Respirator pemurni udara
    Membersihkan udara dengan cara menyaring atau menyerap kontaminan dengan toksinitas rendah sebelum memasuki sistim pernafasan, alat pembersihnya terdiri dari filter untuk menangkap debu dari udara atau tabung kimia yang dapat menyerap gas, uap dan kabut.
http://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/mask_respiratory.jpg?w=70


Jenis fiter atau kanister yang dipakai bergantung pada jenis kontaminan yang ada. Kontaminan debu dapat disaring dengan fiter mekanik. Semakin halus filter, semakin kecil ukuran debu yang dapat diambil. Kain verban yang biasa dipakai para pekerja, hanya efektif untuk partikel debu yang besar, dan tentu saja tidak bermanfaat untuk kontaminasigas atau uap beracun. Untuk as dan uap beracun dipakai kanister yang dapat menyerapgas-gas tersebut secara kimia atau fisika. Dengan sendirinya kanister kan berbeda untuk gas atau uap yang berlainan pula. Biasanya kanister tersebut diberi warna yang berbeda sesuai kemampuan penyerapan gas, seperti :

Gas asam                    : putih
Gas asam sianida                : putih dengan strip hijau
Gas klor                    : putih dengan stri kuning
Uap Organik                    : hitam
Gas amonia                    : hijau
Gas karbon monoksida            : biru
Gas asam dan uap organik            : kuning
Gas asam, uap organik dan amonia        : cokelat
Kanister-kanister tersebut dapat di copot dan dipasang kembali sesai dengan kebutuhan. Karena kanister mengandung bahan penyerap, maka umur/ daya pakai juga bergantung pada lama pemakaian dan besarnya kadar kontaminan. Meskipun pemakaian kanister terbatas umur pakainya, tetapi cukup praktis dan aman sehingga banyak dipakai secara rutin. Tetapi peralatan ini tidak dapat mengatasi adanya difesiensi (pengurangan) oksigen. Untuk itu dipakai pelindung pernapasan kedua dengan pemasok (supply) uadara atau oksigen.
  • Respirator dengan pemasok udara
Peralatan ini mirip peralatan pernapasan untuk para penyelam, dimana disediakan udara/oksigen untuk pernapasan. Alat pelindung demikian dipehttp://blogkimia.files.wordpress.com/2011/01/012311_0827_alatpelindu8.png?w=640rlukan untuk bekerja dalam ruang yang mungkin berkadar oksigen rendah seperti ruang tertutup atau ruang terpolusi berat, seperti adanya gas aspiksian (N2 metan CO2) atau aspiksian kimia (NH3, CO, HCN) pada kosentrasi tinggi. Pemasokudara pernapasan berupa udara tekan, dapat dipakai selama 30 menit sampai 1 jam dan udara atau oksigen cair untuk perlindungan antara 1-2 jam.


Rabu, 20 April 2011

Alat Pelindung Diri (ADP)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7qYGAYqd-IWg97cIHvlBq5DX4bZITRsmjzeFVbEua5xrIMkOGiWZ9ZxUbah6-UWsKFbiu1yeB7dGPefXnNtgTRcS_x-zoEzt7LFe1Q8kWr-ipUHpr6Ef0W3XDOzMqbecsEGpeQ-qyRTbX/s0/date.png20:40 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx4Uk6j_toQ5tvHIx-r9n7BrN_k9JLcs3GyGYHWDiXbLn0bSIrOG7IJW5OCHsufnkGmn2nj8cndiWtP8Qf7Ls_e39G_UUjzaQczIJ-Q03eUHO2j0odrZ0D58Lh1AdhycpHUytJUM07KqvW/s0/comments.pngNo comments
1.    PENGERTIAN
Alat pelindung diri merupakan peralatan pelindung yang digunakan oleh seorang praktikan/pekerja untuk melindungi dirinya dari kontaminasi lingkungan.

2.    PERLINDUNGAN KEPALA, MATA DAN WAJAH
 
 >> Pelindung Kepala (safety helmet)
 
a.  Kelas A

Dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai 2.200 volt. 

b.  Kelas B

Dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai 20.000.

c.  Kelas C 

Dirancang untukmelindungi kepala dari benda yang jatuh, tetapi tidak melindungi dari kejutan listrik dan tidak melindungi dari bahan korosif volt. 

d.  Bump Cap

Terbuat dari plastic untuk melindungi kepala dari tabrakan dengan benda yang menonjol.
>>    Pelindung mata (Safety Glasses)

Secara umum perlindungan mata terdiri dari :

• Kacamata pelindung 

http://w29.indonetwork.co.id/pdimage/39/1151839_yhst-38637167768280_2034_173059853.gif

• Goggle

http://blog.juggle.com/files/2010/10/goggles.jpg

>>    Pelindung wajah

a. Goggles.
   
b. Face shield.

Digunakan pada operasi peleburan logam,percikan bahan kimia ,atau parkel yang melayang.

http://www.fixandweld.com/images/SSP11.jpg


 c.Welding Helmets (topeng las)

Topeng las memakai lensa absorpsi khusus yang menyaring cahaya yang terang dan energi radiasi yang dihasilkan selama operasi pengelasan. 


http://media.dinomarket.com/docs/imgusr/welding_helmet_160310110318_ll.jpg.jpg

d. Masker wajah


3.    PERLINDUNGAN PERNAFASAN

Masker
masker digunakan untuk melindungi hidung dari kontaminasi gas yang berbahaya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD6jk9FWQgy6k2ZXB9F7gxidpdBvoJc0mfrO3G2Qr2vH_1SBmCXl66iiPJnCTYi7eb1UMnnEQKOl9IR815kmLjCZ5SYtzo5741bqxc_wlX52ywOEl5btWXw_H0le4MEv_HCWl8asdLi2M/s200/Masker+RS.jpg


4.    PERLINDUNGAN TANGAN

Diperkirakan hampir 20% dari seluruh kecelakaan yang menyebabkan cacat adalah tangan. Kontak dengan bahan kimia Kaustik atau beracun, bahan-bahan biologis, sumber listrik, atau benda dengan suhu yang sangat dingin atau sangat panas dapat menyebabkan iritasi atau membakar tangan.


5.    JENIS-JENIS SARUNG TANGAN :
 
    Sarung Tangan Metal Mesh
ü
Sarung metal masih tahan terhadap ujung yang lancip.



    Sarung tangan Kulit
ü

Sarung tangan yang terbuat dari kulit ini akan melindungi tangan dari  permukaan kasar.

    Sarung tangan Vinyl dan neoprene
ü

Melindungi tangan terhadap bahan kimia beracun.

http://wb3.itrademarket.com/pdimage/73/2032373_z2.jpg


    Sarung tangan Padded Cloth
ü

Melindungi tangan dari ujung yang tajam, pecahan gelas, kotoran dan Vibrasi.

    Sarung tangan Heat resistent
ü

Mencegah terkena panas dan api.

http://www.usinenouvelle.com/industry/img/heat-resistant-gloves-warmb-000023293-4.jpg


    Sarung tangan karet
ü

Melindungi saat bekerja disekitar arus listrik karena karet merupakan isolator (bukan penghantar listrik) 

http://anekaselang.com/modules/store/images/thumbs/Limas.jpg


    Sarung tangan Latex disposable
ü

Melindungi tangan dari Germ dan bakteri, sarung tangan ini hanya untuk sekali pakai.



    Sarung tangan lead lined
ü

Digunakan untuk melindungi tangan dari sumber radiasi. 



6.    PERLINDUNGAN KAKI

Hal-hal yang dapat menyebabkan kecelakaan pada kaki salah satunya adalah akibat bahan kimia. Cairan seperti asam, basa, dan logan cair dapat menetes ke kaki dan sepatu. Bahan berbahaya tersebut dapat menyebabkan luka bakar akibat bahan kimia dan panas. Banyak jenis jenis sepatu keselamatan dan diantaranya adalah :

a.Sepatu Latex/Karet

Sepatu ini tahan bahan kimia dan memberikan daya tarik extra pada permukaan licin.

b. Sepatu Buthyl

Sepatu Buthyl yang melindungi kaki terhadap ketone, aldehyde, alcohol, asam, garam, dan basa. 

c. Sepatu Vinyl

    Tahan terhadap pelarut, asam, basa, garam, air, pelumas dan darah. 

d. Sepatu Nitrile

Sepatu nitrile tahan terhadap lemak hewan, oli, dan bahan kimia.

7.    PERLINDUNGAN TELINGA

Pelindung Telinga tidak boleh dianggap enteng terutama untuk praktikan yang bekerja di tempat yang berkondisi bising baik itu dari gesekan benda-benda keras ataupun bunyi-bunyi keras dari mesin. 

Alat Pelindung yang digunakan untuk kondisi seperti ini antara lain:
1)    Ear Phone, system kerja alat Earphone ini yaitu meredam suara.

2)    Sumbat Telinga (Ear plugs )

Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 dB, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu

3)    Tutup Telinga (Ear muff )

Frekuensi 2800–4000 Hz sampai 42 dB (35–45 dB)Untuk frekuensi biasa 25-30 dB.Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi; tapi tak lebih dari 50 dB,karena hantaran suara melalui tulang masih ada.

8.    PERLINDUNGAN BADAN

1)    Jas Laboratorium 


Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan jas laboratorium:
a.    kancing jas laboratorium tidak boleh dikenakan dalam kondisi tidak terpasang dan ukuran jas laboratorium pas dengan ukuran badan pemakainya.
b.    Jas laboratorium merupakan pelindung badan dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. Jika jas laboratorium sudah terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia,jas harus segera dilepas.

2)    Apron

Apron digunakan untuk memproteksi diri dari cairan yang bersifat korosif dan mengiritasi. Terbuat dari plastik atau karet. 

3)    Jumpsuits

Jumpsuits atau dikenal dengan sebutan baju parasut ini direkomendasikan untuk dipakai pada kondisi beresiko tinggi (mis., ketika menangani bahan kimia yang bersifat karsinogenik dalam jumlah yang sangat banyak).
Kriteria yang baik untuk jas Laboratorium yaitu:

1.    Nyaman dipakai

2.    Bahan kain yang cukup tebal

3.    Berwarna terang/putih

4.    Berkancing (Non Resleting)

5.    Panjang jas sampai lutut dan dengan lengan sampai pergelangan tangan

6.    Ukurannya tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar.


9.    KELEMAHAN ALAT PELINDUNG

1.     Kemampuan perlindungan yang tak sempurna

2.   Fungsi Alat pelindung hanya untuk mengurangi akibat dari kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.

3.     Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan

4.     Cara pemakaian Alat pelindungyang salah

5.     Alat Pelindung tak memenuhi persyaratan standar

6.     Alat Pelindung dapat menularkan penyakit, bila dipakai berganti-ganti.

10.    KELEBIHAN ALAT PELINDUNG

1.     Mengurangi resiko akibat kecelakan

2.     Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya dari kecelakaan

3.  Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan administrasi tidak berfungsi dengan baik.

4.     Memberikan perlindungan bagi praktikan/tenaga kerja     di laboratorium.


11.    CARA MEMILIH ALAT PELINDUNG

1)    Sesuai dengan jenis praktikum/pekerjaan dan dalam jumlah yang memadai.

2)    Alat Pelindung yang sesuai standar serta sesuai dengan jenis pekerjaannya harus selalu digunakan selama mengerjakan tugas tersebut atau selama berada di areal praktikum/pekerjaan tersebut dilaksanakan.
3)    Melalui pengamatan operasi, proses, dan jenis material yang dipakai


12.    CARA MERAWAT ALAT PELINDUNG

Secara umum

    meletakkan Alat Pelindung pada tempatnya setelah selesai digunakan.
§

    melakukan pembersihan secara berkala.
§

    memeriksa Alat pelindung sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai.
§

    memastikan Alat Pelindung yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru.
§

    dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya
§

    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat kerja yang
§
kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan

Secara khusus

    Helm Safety / Helm Kerja (Hard hat)
ü

a.    Helm kerja dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya.

b.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan (retak-retak,bolong atau tanpa system suspensinya).

    Kacamata Safety (Safety Glasses)
ü

a.    Kacamata safety dijaga keadaannya,kebersihannya dengan pemeriksaan rutin.
b.    Penyimpanan masker harus terjamin sehingga terhindar dari debu, kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya.
c.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kacamata safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.

    Sepatu Safety (Safety Shoes)
ü

a.    Sepatu safety dijaga kebersihan, keadaannya dengan pemeriksaan ruti
n
b.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sepatu safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.

    Masker/ Perlindungan Pernafasan (Mask/ Respiratory Protection)
ü

a.    Pelindung pernafasan dijaga keadaannya , kebersihannya dengan pemeriksaan rutin.

b.    Masker yang sudah tidak layak pakai segera dibuang.

Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat pelindung pernafasan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.

    
ü Sarung tanga


a.    dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin.

b.    Penyimpanan sarung tangan harus terjamin sehingga terhindar dari debu, kondisi yan
 ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya.

c.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sarung tangan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan


Related Post:

0 Komentar untuk "Alat Pelindung Diri"

Berkomentarlah dengan baik dan sopan, saya akan berusaha untuk menjawab setiap pertanyaan dan menanggapi setiap komentar yang anda berikan, :)

Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya :)

Back To Top